<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"><id>tag:ukifif.blog.co.uk,2009-11-08:/</id><title>RELIGIUS</title><link rel="self" href="http://ukifif.blog.co.uk/feed/atom/posts/"/><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ukifif.blog.co.uk/"/><generator version="1.0">MokoFeed</generator><updated>2009-11-08T18:56:05+01:00</updated><entry><id>tag:ukifif.blog.co.uk,2007-04-15:/2007/04/15/cita_cita_dan_cinta~2094058/</id><title>Cita-cita dan Cinta</title><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ukifif.blog.co.uk/2007/04/15/cita_cita_dan_cinta~2094058/"/><author><name>ukifif</name></author><published>2007-04-15T09:41:38+02:00</published><updated>2007-04-15T09:41:38+02:00</updated><content type="html">	&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cita-cita dan cinta......&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apakah sebuah pilihan sulit untuk memilih mana yang harus terlebih dahulu kita gapai dari dua hal tersebut ? cita-cita ? atau cinta ? atau mungkin keduanya ? atau mungkin saja kita gagal meraih semua itu. Ada sebagian orang yang bisa meraih cita-citanya karena cinta membuat dia bisa menggapai cita-citanya, dan juga sebaliknya. Namun tak asing juga ditelinga kita, ketika seseorang telah berhasil meraih apa yang dia cita-citakan, harta, pekerjaan, kekuasaan, kesuksesan, namun dia gagal dalam menggapai cinta.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kehidupan ini, sebenarnya lebih mirip pelangi ketimbang sebuah foto hitam putih. Setiap manusia akan merasakan begitu banyak warna kehidupan. Ia mungkin mencintai sebagian warna tersebut. Akan tetapi, ia pasti tidak akan mencintai semua warna itu.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Demikian pula dengan kehidupan kita, dengan cita2x dan cinta kita. Semua warna kehidupan yang kita alami, akan kita respon dengan berbagai jenis perasaan yang berbeda-beda. Maka, ada duka di depan suka, ada cinta di depan benci, ada harapan di depan cemas, ada gembira di depan sedih. Kita merasakan semua warna itu, sebagai respon kita terhadap berbagai peristiwa kehidupan yang kita hadapi. Rasulullah bersabda, "sesungguhnya seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun mereka yang tiap kali melakukan kesalahan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya, lagi dan lagi".&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kegagalan, dalam berbagai aspek kehidupan, terkadang diperlukan untuk mencapai sebuah sukses. Bahkan, dalam banyak cerita kehidupan yang pernah kita dengar atau baca dari orang-orang sukses, kegagalan menjadi semacam faktor pendorong menuju pintu sukses, yang diturunkan guna menguatkan dorongan untuk sukses dalam diri seseorang. Di sela-sela itu semua, kita juga membaca sebuah cerita, tentang bagaimana kegagalan telah mengalihkan perhatian seseorang kepada kompetensi inti, atau pusat keunggulan, yang semula tidak ia ketahui sama sekali. Dan ketahuilah bahwa "Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya".
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://ukifif.blog.co.uk/2007/04/15/cita_cita_dan_cinta~2094058/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</content></entry><entry><id>tag:ukifif.blog.co.uk,2007-04-03:/2007/04/03/pengantar~2026079/</id><title>Pengantar</title><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ukifif.blog.co.uk/2007/04/03/pengantar~2026079/"/><author><name>ukifif</name></author><published>2007-04-03T14:47:06+02:00</published><updated>2007-04-03T14:47:06+02:00</updated><content type="html">	&lt;p&gt;Kehidupan ini, sebenarnya lebih mirip pelangi ketimbang sebuah foto hitam putih. Setiap manusia akan merasakan begitu banyak warna kehidupan. Ia mungkin mencintai sebagian warna tersebut. Akan tetapi, ia pasti tidak akan mencintai semua warna itu. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Demikian pula dengan perasaan kita. Semua warna kehidupan yang kita alami, akan kita respon dengan berbagai jenis perasaan yang berbeda-beda. Maka, ada duka di depan suka, ada cinta di depan benci, ada harapan di depan cemas, ada gembira di depan sedih. Kita merasakan semua warna itu, sebagai respon kita terhadap berbagai peristiwa kehidupan yang kita hadapi.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Seseorang menjadi pahlawan, sebenarnya disebabkan sebagiannya oleh kemampuannya mensiasati perasaan-perasaannya sedemikian rupa, sehingga ia tetap berada dalam kondisi kejiwaan yang mendukung proses produktivitasnya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kegagalan, dalam berbagai aspek kehidupan, terkadang diperlukan untuk mencapai sebuah sukses. Bahkan, dalam banyak cerita kehidupan yang pernah kita dengar atau baca dari orang-orang sukses, kegagalan menjadi semacam faktor pembeda dengan sukses, yang diturunkan guna menguatkan dorongan untuk sukses dalam diri seseorang. Di sela-sela itu semua, kita juga membaca sebuah cerita, tentang bagaimana kegagalan telah mengalihkan perhatian seseorang kepada kompetensi inti, atau pusat keunggulan, yang semula tidak ia ketahui sama sekali.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://ukifif.blog.co.uk/2007/04/03/pengantar~2026079/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</content></entry></feed>
